Menemukan Peluang di Jalan yang Tak Direncanakan
Suatu pagi, ketika sedang menjalankan aktivitas seperti biasa, saya bertemu dengan seorang ibu guru bernama ibu Hj. Fauziah, S.Pd., M.Pd. Beliau sedang menunggu bentor untuk berangkat ke sekolah, namun kendaraan yang ditunggu belum juga datang. Melihat hal tersebut, saya merasa tergerak untuk menghampiri dan menawarkan tumpangan agar beliau tidak terlambat.
Dalam perjalanan menuju sekolah, kami berbincang santai. Obrolan itu awalnya ringan, seputar aktivitas pagi, lalu berlanjut pada topik pekerjaan.
Saya menanyakan mata pelajaran yang beliau ajarkan. Ketika beliau menjawab Seni Budaya, saya merasa terkejut sekaligus senang, karena bidang tersebut sesuai dengan jurusan yang saya ambil saat kuliah.
Saya pun menceritakan sedikit latar belakang pendidikan saya serta ketertarikan saya pada dunia seni. Percakapan singkat itu ternyata meninggalkan kesan mendalam. Dari obrolan sederhana tersebut, ibu Hj. Fauziah, S.Pd., M.Pd. melihat adanya kesesuaian antara pengalaman yang saya miliki dengan kebutuhan di sekolah tempat beliau mengajar. Tanpa saya duga, beliau menawarkan saya kesempatan untuk menjadi guru pengganti.
Tawaran tersebut menjadi titik balik bagi saya. Saya menyadari bahwa ilmu dan pengalaman yang pernah saya peroleh tidak pernah benar-benar hilang, meskipun sempat tidak saya jalani secara langsung. Kesempatan itu mengingatkan saya pada cita-cita dan minat saya di bidang pendidikan, khususnya seni budaya.
Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa hidup sering menghadirkan peluang dari arah yang tidak terduga. Pertemuan yang tampak biasa dapat membawa perubahanz besar apabila disertai sikap baik, keterbukaan, dan kesiapan untuk menerima kesempatan. Bagi saya, peristiwa ini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup, sekaligus pengingat bahwa setiap langkah memiliki makna dan arah tersendiri.


Komentar
Posting Komentar